Ayudwie's Blog











{October 7, 2010}   Akuntansi Biaya

Karakteristik usaha perusahaan yang produknya berdasarkan pesanan

Perusahaan yang produksinya berdasarkan pesananmengolah bahan baku menjadi produk jadi berdasarkan pesanan dari luar atau dari dalam perusahaan. Karakteristik usaha tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus. Jika pesanan yang satu selesai dkerjakan, proses produksi dihentikan, dan mulai pesanan berikutnya.

2.      Produk dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pemesan. Dengan demikian antara pesanan yang satu dengan lainnya mempunyai variasi yang berbeda-beda.

3.      Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan, bukan untuk memenuhi persediaan di gudang.

Karakteristik metode harga pokok pesanan

Karakteristik usaha perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan tersebut diatas berpengaruh terhadap pengumpulan biaya produksinya. Metode pengumpulan biaya produksi (metode harga pokok pesanan) yang digunakan dalam perusahaan yang produksinya berdasar pesanan adalah sebagai berikut :

1.      Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan psesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokoknya secara individual.

2.      Biaya produksi harus dipisahkan menjadi dua golongan pokok : biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung.

3.      Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Sedangkan biaya produksi tak langsung disebut dengan isstilah biaya overhead pabrik.

4.      Biaya produksi langsung diperhitungkan, sesuai dengan yang sesungguhny terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik diperhitungkan ke dalam harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.

5.      Harga pokok per unit produk dihitung pada saat pesanan selesai diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.

Karakteristik usaha perusahaan yang produknya berdasarkan proses

Metode pengumpulan biaya produksi ditentukan oleh karakteristik proses produksi perusahaan.Dalam perusahan yang berproduksi massa,karakteristik produksinya adalah sebagai berikut :

1.      Produksi yang dihasilkan merupakan produk standar.

2.      Produk yang dihasilkan dari bulan kebulan adalah sama.

3.      Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu.

Perbedaan Metode Harga Pokok Proses dengan Metode  Harga Pokok Pesanan

Untuk memahami karakteristik metode harga pokok proses,berikut ini disajikan perbedaan metode harga pokok proses dengan harga pokok pesanan.

Pengumpulan Biaya Produksi. Metode harga pokok pesanan mengumpulkan biaya produksi menurut pesanan,sedangkan metode harga pokok proses mengumpulkan biaya ptroduksi per departemen produksi per periode akuntansi.

Perhitungan Harga Pokok Produksi Per Satuan. Metode harga pokok pesananmenghitung harga pokok produksi per satuan dengan cara membagi total biaya yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.

Penggolongan Biaya Produksi. Didalam harga pokok pesanan,,biaya produksi harus dipisahkan menjadi biaya produksi langsung dengan biaya produksi tidak langsung.Biaya produksi langsung dibebankan kepada produksi berdasar biaya yang sesungguhnya terjadi,sedangkan biaya produksi tidak langsung dibebankan kepada produk berdasarkan tariff yang ditentukan dimuka.

Unsur yang Digolongkan dalam Biaya Overhead Pabrik. Didalam metode harga pokok pesanan,biaya overhead pabrik terdiri dari biaya bahan penolong,biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya produksi lain selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.Dalam metode ini biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan dimuka.Didalam metode harga pokok proses,biaya overhead pabrik terdiri dari biaya produksi selain biaya bahan baku dan bahan penolong dan biaya tenaga kerja (baik yang langsung maupun yang tidak langsung).Dalam metode ini biaya overhead pabrik dibebankan kepada produksi sebesar biaya yang sesungguhnya terjadi selama periode akuntansi tertentu.

Contoh kasus harga pokok pesanan :

PT ABC dalam menyelesaikan suatu pesanan no 110 menghabiskan rincian biaya sebagai berikut:

  1. Biaya bahan baku

Kertas jenis X                         85 rem @ Rp 10.000                           Rp 850.000

Tinta jenis B                            5 kg @ Rp 100.000                                               500.000

Jumlah bahan baku untuk pesanan 110                                               Rp 1.350.000

  1. Biaya tenaga kerja

Upah langsung untuk pesanan 110 adalah 225 jam @ Rp 4.000       Rp 900.000

  1. Biaya overhead pabrik

Biaya overhead pabrik dibebankan ke produk atas dasar tarif sebesar 150% dari biaya tenaga kerja langsung

Pesanan 110                150% x Rp 900.000                                        Rp 1.350.000

Dari data diatas kita masukan ke dalam kartu biaya pesanan sebagai berikut:

PT ABC

Surabaya

KARTU BIAYA PESANAN

No Pesanan     : 110                                        Pemesan                      :

Jenis Produk    :                                               Sifat Pesanan  :

Tgl Pesan         :                                               Jumlah             :

Tgl Selesai       :                                               Harga Jual       :

Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik
Tgl No BPBG Ket Jml Tgl No Kartu Jam Kerja Jml Tgl Dasar Tarif Jml
Kertas X 

Tinta B

Jumlah

 

850.000 

500.000

1.350.000

 

Jumlah

900.000 

900.000

BTKL* 

Jumlah

150% 

 

1.350.000 

1.350.000

Jumlah total biaya  produksi 3.600.000

*BTKL = Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung.

Contoh Kasus Harga Pokok Proses:

PT  Persada memiliki dua departemen produksi dalam mengolah produknya yakni departemen I dan departemen II. Berikut ini disajikan data produksi dan biaya untuk kedua departemen tersebut

Dept I Dept II

Produk yang dimasukkan dlm

proses                                                              3.000                  -

Produk selesai yang ditran-

fer ke Dept B                                                  2.500               -

Produk selesai ditransfer

Ke gudang                                                                  –                   2.100

Produk dalam proses akhir  bulan

Dengan tingkat penyelesaian bahan baku

Dan penolong 100 %, biaya

Konversi 45 %                                                               300                   -

Tingkat penyelesaian biaya bahan pe-

nolong 70 % dan biaya

konversi 40 %.                                                                   –                  250

Produk hilang awal proses                      200                 150

Data Biaya produksi

Berdasarkan informasi berikut ini adalah biaya produksi yang telah dikeluarkan yakni sebagai berikut

Biaya yang dikeluarkan selama bulan berlangsung adalah

Sebagai berikut :

Dept I Dept II

Biaya bahan baku                    Rp.    350.000                   -

Biaya bahan penolong             Rp.    406.000             Rp.    409.500

Biaya tenaga kerja                   Rp.    500.650                         Rp.    473.000

Biaya overhead pabrik            Rp.    711.450                         Rp.    352.000

Diminta ;

Berdasarkan informsi di atas, maka tentukan

a.                Harga pokok produksi per satuan yang dihasilkan oleh Departemen I

b.               Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke Depar teman II

c.                Harga Pokok produk dalam proses akhir bulan yang dihasilkan oleh Departemen I

d.               Harga pokok produk selesai yang ditransfer ke gudang

e.                Harga pokok produk yang masih dalam proses akhir yang dihasilkan oleh Departemen II

Penyelesaian : Kasus Produk Hilang

1.  Perhitungan Harga Pokok produksi per unit

No. Jenis Biaya Jumlah Biaya Unit Equivalen Biaya/Unit
1. Biaya Bahan baku Rp. 350.000 2100+(300 x 100%) Rp  125
2. Biaya Bahan Penolong Rp. 406.000 2500+(300 x 100%) Rp  145
3. Biaya Tenaga Kerja Rp. 500.650 2500+(300 x   45%) Rp  190
4. BiayaOverhead Pabrik Rp. 711.450 2500+(300 x   45%) Rp  270
Biaya Produksi Per Unit Rp. 730

2.  Harga Pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang yakni sebesar :

2500 unit  x  Rp. 730                               =          Rp. 1.825.000

3.  Harga Pokok produksi yang masih dalam proses akhir

Biaya bahan baku :

( 300 x 100% ) x Rp.   125                      =          Rp.      37.500

Biaya bahan penolong

( 300 x 100% ) x Rp.   145                      =          Rp.      43.500

Biaya Tenaga Kerja

( 300 x   45% ) x Rp.   190                      =          Rp.      25.650

Biaya Overhead Pabrik

( 300 x   45% ) x Rp.   270                      =          Rp.      36.450

Jumlah Harga Pokok produksi                =            Rp.    143.100

yangg masih dalam proses akhir

4.  Perhitungan Biaya Produksi per unit yang Ditambahkan oleh Departemen B yakni :

No. Jenis Biaya Jumlah Biaya Unit Equivalen Biaya/Unit
1. Bia Bhn Penolong Rp. 409.500 2100 + (250 x 70%) Rp.180
2. Bia Tenaga Kerja Rp. 473.000 2100 + ( 250 x 40%) Rp.215
3. Bia Overhead Pabrik Rp. 352.000 2100 + ( 250 x 40%) Rp.160
Biaya Produksi Per Unit Rp.555

5. Harga Pokok Produk selesai yang Ditransfer oleh Departemen B ke Gudang adalah :

2.100  x  (1.506,59) *                                                 = Rp. 3.163.839

6.  Harga Pokok produksi yang masih dalam proses akhir

yang Dihasilkan pada Departemen B ( 250 unit)

Harga Pokok dari Dept A  250 x 776,59            =  Rp. 194147,5

Biaya bahan penolong

( 250 x 70% x Rp. 180)                                       =  Rp.   31.500

Biaya bahan tenaga kerja

( 250 x 40% x Rp.  215                                       =  Rp.   21.500

Biaya overhead pabrik

( 250 x 40% x Rp. 160                                        =  Rp.  16.000

Jumlah Harga Pokok produksi                        =  Rp.263.147,5

yang masih dalam proses akhir


Contoh Kasus :

Metode harga pokok pesanan

PT Gadjah Sakti adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan dengan menggunakan metode harga pokok pesanan. Pada bulan September 2004 perusahaan mendapat pesanan untuk mencetak kartu undangan sebanyak 2400 lembar dari PT Restu dengan harga yang dibebankan adalah Rp. 2000 per lembar ,- . Pada bulan yang sama perusahaan juga menerima pesanan sebanyak 100 spandoek dari PT Insani dengan harga Rp. 200.000 per buah.  Pesanan dari PT Restu diberi nomor  KU-01 dan pesanan dari PT Insani diberi nomor SP-02.

Data Kegiatan dan Produksi

1.              Pada tanggal 4 September 2004 dibeli bahan baku dan penolong dengan cara kredit yakni sebagai berikut :

Bahan baku

Kertas untuk undangan                                              Rp. 1.350.000

Kain putih 600 meter                                                     Rp. 4.125.000

Bahan penolong

Bahan penolong  X1                                                      Rp.    300.000

Bahan penolong  X2                                                      Rp.        170.000

2.              Dalam pemakaian bahan baku dan penolong untuk mem proses pesanan KU-01 dan SP-02 diperoleh informasi sebagai berikut :

Bahan baku kertas dan bahan penolong X2 digunakan untuk memproses pesanan no KU-01, sedangkan bahan baku kain dan bahan penolong X1 dipakai untuk memproses pesanan no SP-02

3.              Untuk penentuan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan oleh departemen produksi menggunakan dasar jam tenaga kerja langsung dengan perhitungan sbb

Upah langsung untuk pesanan KU-01 180 jam a. Rp.5000 dan upah langsung untuk  pesanan SP-02 menghabiskan sebanyak 1000 jam  a. Rp.5000,-. Se- dangkan untuk upah tidak langsung adalah Rp. 2,9 juta.

Untuk gaji karyawan Bagian pemasaran dikeluarkan sebesar Rp. 7.500.000,- dan gaji karyawan administrasi dan umum Rp. 4.000.000,-

4.              Pencatatan Biaya Overhead Pabrik. Perusahaan dalam hal ini menggunakan tarif BOP sebesar 160 % dari biaya tenaga kerja langsung, baik pesanan KU-01 dan SP-02.

Biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi dalam kaitannya dengan pesanan di atas, adalah sebagai berikut

Biaya pemeliharaan gedung                             Rp.    500.000

Biaya depresiasi gedung pabrik                          Rp. 2.000.000

Biaya depresiasi mesin                                       Rp. 1.500.000

Biaya pemeliharaan mesin                                  Rp. 1.000.000

Biaya asuransi gedung pabrik dan msn Rp.    700.000

5.              Pencatatan harga pokok produk jadi. Berdasarkan informasi untuk pesanan no KU-01 telah selesai dikerja kan

6.              Pencatatan harga pokok produk dalam proses. Berdasarkan informasi diketahui bahwa untuk pesanan no SP-02 masih dalam proses penyelesaian.

7.              Pencatatan harga pokok produk yang dijual. Pesanan no KU-01 telah diserahkan kepada pemesan. Dan dari penyerahan tersebut pemesan akan membayar dengan cara kredit.

Diminta

Berdasarkan informasi di atas, buatlah jurnal yang diperlukan berdasarkan metode harga pokok pesanan.

Penyelesaian :

Metode Harga Pokok Pesanan

Job Order Cost Method

Jurnal-Jurnal yang Diperlukan

1.   Pencatatan Pembelian Bahan baku & penolong

Persediaan Bahan baku                          Rp. 5.475.000

Hutang Dagang                                               Rp. 5.475.000

Persediaan Bahan penolong                   Rp.   300.000

Hutang Dagang                                               Rp.    300.000

2.   Pencatatan Pemakaian Bahan baku & penolong

BDP – Biaya bahan baku                                   Rp. 5.475.000

Persediaan Bahan baku                                   Rp. 5.475.000

BOP – Sesungguhnya Rp.   470.000

Persediaan Bahan penolong                Rp.    470.000

3.   Pencatatan Biaya Tenaga Kerja

a.  Pencatatan biaya tenaga kerja yang terutang

Gaji dan Upah Rp.  20.300.000

Utang Gaji &  Upah                                        Rp.20.300.000

b.  Pencatatan Distribusi Biaya TK

Biaya TK Langsung Rp.   5.900.000

Biaya TK Tdk Langsung Rp.   2.900.000

Biaya Pemasaran                            Rp.   7.500.000

Biaya Administ & Umum              Rp.   4.000.000

Gaji dan Upah                                                       Rp. 20.300.000

c.  Pembayaran Gaji dan Upah

Utang Gaji dan Upah Rp. 20.300.000

Kas                                                                             Rp.20.300.000

4.   Pencatatan Biaya Overhead Pabrik.

BDP – Biaya Overhead Pabrik              Rp.  9.440.000

BOP yg Dibebankan                           Rp. 9.440.000

BOP yang Sesungguhnya                                  Rp.   5.700.000

Persediaan bhn bangunan                   Rp.    500.000

Akum. depresiasi gedung pabrik        Rp. 2.000.000

Akum. depresiasi mesin                                  Rp. 1.500.000

Persediaan suku cadang                      Rp. 1.000.000

Persekot Asuransi                                          Rp.    700.000

BOP yg Dibebankan                                          Rp.   9.440.000

BOP yg Sesungguhnya                                   Rp.9.440.000

Selisih BOP :

Untuk menentukan selisih BOP dicari dengan cara memban- dingkan antara jumlah BOP yang dibebankan dengan jml seluruh BOP yang sesungguhnya terjadi.

Berdasarkan soal di atas, selisih BOP dapat ditentukan dengan cara :

BOP yang Sesungguhnya:

Jurnal no #2                                                                 Rp.     470.000

Jurnal no #3b                                                              Rp.  2.900.000

Jurnal no #5                                                                 Rp.  5.700.000

Jml BOP yang Sesungguhnya                         Rp.  9.070.000

BOP yang Dibebankan Rp.  9.440.000

(Selisih pembebanan lebih)

Jurnal Selisih BOP

BOP yang Sesungguhnya                               Rp.   370.000

Selisih BOP                                                                    Rp.    370.000

5.   Pencatatan Harga Pokok produk jadi (KU-01)

Persediaan produk jadi                                      Rp. 3.690.000

BDP- Biaya Bahan Baku                    Rp. 1.350.000

BDP- Biaya Tenaga Kerja lgs                         Rp.    900.000

BDP- Biaya Overhead Pabrik                         Rp. 1.440.000

6.   Pencatatan Harga Pokok produk dlm proses (SP-02)

Persediaan produk dalam proses            Rp. 17.125.000

BDP- Biaya Bahan Baku                    Rp. 4.125.000

BDP- Biaya Tenaga Kerja lgs                         Rp. 5.000.000

BDP- Biaya Overhead Pabrik                         Rp. 8.000.000

7.   Pencatatan Harga pokok produk yang dijual

Harga Pokok Penjualan                          Rp.  3.690.000

Persediaan Produk jadi                                   Rp.  3.690.000

Piutang Dagang                                                 Rp.  4.800.000

Harga Pokok Penjualan                                   Rp.  4.800.000


Contoh Kasus

Metode Harga Pokok Proses

Proces  Cost Method

A.  Produk diolah melalui satu departemen. Dalam keten tuan ini anggapan yang digunakan ;

  • Tidak terdapat persediaan produk dalam proses awal
    • Tidak terdapat produk yang rusak atau hilang dalam proses pengolahan.
    • Perusahaan hanya memproduksi satu macam produk.

CV Pribadi dalam pengolahan produknya dilakukan secara massal dan melalui satu departemen produksi. Berikut ini disajikan data produksi dan kegiatan selama bulan September 2004, yakni sbb ;

Produk yang dimasukkan dlm proses                       5.000 unit

Produk jadi                                                   3.800 unit

Produk dlm proses dengan

tkt penyelesaian Bhn baku dan

penolong 100 %; biaya

konversi 40 %.                                             1.200 unit

Jumlah produk yang diproses                                               5.000 unit

Data Biaya produksi

Berdasarkan informasi berikut ini adalah biaya produksi yang telah dikeluarkan yakni sebagai berikut :

Biaya bahan baku                                                                    Rp.   300.000

Biaya bahan penolong                                                              Rp.   450.000

Biaya tenaga kerja                                                                    Rp.   513.600

Biaya overhead pabrik                                                             Rp.   642.000

Total Biaya produksi                                                  Rp. 1.905.600

Berdasarkan data tersebut di atas, maka tentukan

1.               Berapa biaya produksi per unit untuk mengolah produk tersebut

2.               Tentukan berapa harga pokok produk jadi

3.               Berapa harga pokok produk dalam proses akhir bulan September 2004.

4.               Buatlah jurnal-2 yang diperlukan.

Penyelesaian :

Metode Harga Pokok Proses

Proces Cost Method

1.  Perhitungan Harga Pokok produksi per unit

No. Jenis Biaya Jml Biaya Unit Equivalen Biaya/Unit
1. Bia Bhn baku Rp. 300.000 3800+(1200 x 100%) Rp.   60
2. Bia Bhn Penolong Rp. 450.000 3800+(1200 x 100%) Rp.   90
3. Bia Tenaga Kerja Rp. 513.600 3800+(1200 x   40%) Rp. 120
4. Bia Overhead Pabrik Rp. 642.000 3800+(1200 x   40%) Rp. 150.
Biaya Produksi Per Unit Rp. 420

2.  Harga Pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang yakni sebesar :

3800 unit  x  Rp. 420                               =          Rp. 1.596.000

3.  Harga Pokok produksi yang masih dalam proses akhir

Biaya bahan baku :

( 1200 x 100% ) x Rp.   60                      =          Rp.      72.000

Biaya bahan penolong

( 1200 x 100% ) x Rp.   90                      =          Rp.    108.000

Biaya Tenaga Kerja

( 1200 x   40% ) x Rp. 120                      =          Rp.      57.600

Biaya Overhead Pabrik

( 1200 x   40% ) x Rp. 150                      =          Rp.      72.000

Jumlah Harga Pokok produksi    =      Rp.    309.600

yg masih dlm proses akhir

Jurnal-Jurnal yang Diperlukan.

1.   Jurnal untuk mencatat biaya bahan baku :

BDP – Biaya  Bahan baku                     Rp. 300.000.

Persediaan Bahan Baku                                  Rp. 300.000

2.   Jurnal untuk mencatat biaya bahan penolong :

BDP – Biaya Bahan Penolong               Rp. 450.000

Persediaan Bahan Penolong                Rp. 450.000

3.   Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja

BDP – Biaya Tenaga Kerja                    Rp. 513.600

Gaji dan Upah                                                             Rp. 513.600

4.   Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja

BDP – Biaya Overhead pabrik                          Rp. 642.000

Berbagai Rekening yang Di                Rp. 642.000

kredit.

5.   Jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang.

Persediaan produk jadi                                      Rp.  1.596.000

BDP- Biaya Bahan Baku                    Rp.

BDP- Biaya Bahan Penolong                         Rp.

BDP- Biaya Tenaga Kerja lgs                         Rp.

BDP- Biaya Overhead Pabrik                         Rp.

6. Jurnal untuk mencatat harga pokok produk yang masih dalam proses akhir :

Persediaan produk jadi                                      Rp.  309.600

BDP- Biaya Bahan Baku                    Rp.    72.000

BDP- Biaya Bahan Penolong                         Rp.  108.000

BDP- Biaya Tenaga Kerja lgs                         Rp.    57.600

BDP- Biaya Overhead Pabrik                         Rp.    72.000

About these ads


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: