Ayudwie's Blog











{November 25, 2010}   Analisa Laporan Keuangan

 

 

 

Formula Dasar Dalam
Analisa Laporan Keuangan

 

Kita tak akan pernah melakukan perbaikan bila kita tak pernah melakukan pengukuran.

Laporan Keuangan yang dibutuhkan:

• Neraca

• Laporan Rugi laba

Akan lebih baik laporan keuangan juga dengan melihat setidaknya 3 tahun yang berlalu.

 

Ratio Likuiditas;
Adalah rasio yang menggambarkan sejauh
mana perusahaan dapat mebayar hutang-hutangnya.
Untuk menghitungnya digunakan:
– Modal Kerja
– Rasio Lancar
– Rasio Cepat

 

Modal Kerja;
Digunakan sebagai dasar bagi perusahaan mengukur kemampuannya untuk mengukur utang lancarnya.
Modal Kerja = Aktiva lancar – Utang Lancar

 

Rasio Lancar;
Rasio yang menunjukkan kemampuan
perusahaan dalam membayar hutang.
Rasio Lancar =  Aktiva lancar
Hutang lancar
Rasio lancar dianggap baik bila nilainya
lebih dari 2.

 

Rasio Cepat;
Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam kecepatan pembayaran
hutang.
Disini Persediaan dikeluarkan dari aktiva lancar.
Rasio Cepat = (Aktiva lancar – Persediaan)
Hutang Lancar

Rasio cepat dianggap baik bila nilainya lebih
dari 1,5.

 

 

Rasio Manajemen Aktiva;
Rasio yang digunakan perusahaan dalam mengukur efektivitas pengelolaan aktiva.

Untuk mengukur manajemen aktiva digunakan :
– Perputaran Piutang dagang
– Perputaran Persediaan
– Perputaran Total Aktiva

 

Perputaran Piutang Dagang;
Digunakan untuk mengetahui sejauh mana
perputaran piutang dagang dapat terbayarkan.
Semakin cepat perputaran piutang semakin baik untuk operasional perusahaan.
Perputaran Piutang = Penjualan x 2
Piutang dagang (th n) + Persediaan th (n-1)

 

Jangka Waktu Penagihan;
Untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan
untuk perputaran piutang dagang.
Semakin pendek waktu yang dibutuhkan semakinbaik.
Jangka waktu penagihan =         365
Putaran Piutang Dagang

 

Perputaran Persediaan;
Untuk mengetahui sejauh mana persediaan
untuk proses produksi dapat diputar.
Semakin cepat perputaran persediaan
semakin baik.
Perputaran Persediaan =    Penjualan x 2
Persediaan (th n) + Persediaan (th n + 1)

 

Waktu Penjualan Persediaan;
Untuk mengetahu jangka waktu perputaran
persediaan.
Semakin pendek waktu yang dibutuhkan akan semakin baik.
Waktu Penjualan Persediaan =         365
Perputaran Persediaan

 

Perputaran Total Aktiva;
Untuk mengukur perputaran keseluruhan
aktiva perusahaan.
Semakin cepat perputarannya semakin baik.
Perputaran Total Aktiva =        Penjualan x 2
Total Aktiva (th n) + total Aktiva (th n-1)

 

 

Waktu Perputaran Total Aktiva;
Waktu yang dibuthkan untuk perputaran total aktiva.
Semakin pendek waktu perputaran total aktiva maka semakin baik.
Perputaran total aktiva =              365
Perputaran total Aktiva

 

Rasio Solvensi;
Digunakan untuk mengetahui sejauh mana
perusahaan menggunakan hutang untuk
pembiyaaan dan juga kemampuan
perusahaan untuk membayar hutang.
– Rasio Utang-Modal
– Rasio Utang
– Kelipatan Pembayaran Bunga

 

Rasio Utang – Modal;
Rasio ini digunakan untuk mengukur proporsi total hutang dan total modal pemilik serta kemampuan pembayaran hutang.
Rasio Utang –Modal =       Total Hutang
Total modal Pemilik
Angka yang dihasilkan kurang dari 1 atau
lebih kecil semakin baik.

 

Rasio Hutang;
Mengukur proporsi pendanaan Perusahaan.
Semakin kecil nilainya semakin baik.
Rasio Hutang =     Hutang Jangka Panjang
Total Hutang + Modal

 

Kelipatan Pembayaran Bunga;
Kemampuan perusaaan untuk membayar
bunga dari hutang yang digunakan dalam
pembiayaan operasi.
Kelipatan Pembayaran Bunga =
Penghasilan Operasi
Bunga
Bila rasio mencapai 4 atau lebih maka dianggap baik.

 

Rasio Profitabilitas;
Untuk melihat sejauh mana kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba.

Dapat digunakan beberapa penghitungan :
– Margin Kotor               – Perputaran Aktiva
– Margin Operasi           – Laba Atas Aktiva
– Margin Bersih              – Laba Atas investasi

 

 

Margin Kotor;
Mengukur rasio penghasilan kotor dari suatu perusahaan.
Margin kotor =      Penghasilan kotor
Penjualan
Angka semakin besar semakin baik.
Untuk perusahaan yang bergerak di pengolahan
minimal 25%.
Untuk sektor jasa biasanya sampai dengan 50%.

 

Margin Operasi;
Memperhitungkan penghasilan operasi dan
penjualan serta memberikan gambaran sejauh mana besar biasay administrasi dan penjualan.
Margin Operasi =   Penghasilan Operasi
Penjualan
Semakin besar nilainya semakin baik

 

Margin Bersih;
Mengukur batas bawah dari penghasilan
bersih dari pengelolaan perusahaan.
Margin Bersih =    Penghasilan Bersih
Penjualan
Semakin tinggi angkanya semakin baik setidaknya 5%.

 

Perputaran Aktiva;
Mengetahui berapa rasio penggunaan aktiva
untuk menghasilkan penjualan.
Perputaran Aktiva =         Penjualan
Total Aktiva
Semakin tinggi nilainya semakin baik, setidaknya diatas 1,5

 

Laba Atas Aktiva;
Kemampuan perusahaan menghasilkan aktiva untuk menghasilkan laba.
Laba atas aktiva =     Penghasilan Bersih
Total Aktiva
Semakin besar nilainya semakin baik setidaknya 5,5%.

 

Laba Atas Investasi;
Mengukur keseluruhan kinerja perusahaan
atas investasi yang telah ditanamkan.

Laba Investasi =    Penghasilan Bersih
Modal Pemilik

nilai diatas 10% atau lebih dianggap baik.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: