Ayudwie's Blog











{November 25, 2010}   SISTEM EKONOMI SYARIAH

SISTEM EKONOMI SYARIAH

Ekonomi Islam adalah system ekonomi yang berbasiskan nilai-nilai syariah antara lain berupa keadilan,kejujuran,bebas bunga dan memiliki komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan bersama.

Menurut Islam, kegiatan ekonomi harus sesuai dengan hukum syara’. Artinya, ada yang boleh dilakukan dan ada yang tidak boleh dilakukan atau dengan kata lain harus ada etika. Kegiatan ekonomi dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bertujuan untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat adalah merupakan ibadah kepada Allah S.W.T. Semua kegiatan dan apapun yang dilakukan di muka bumi, kesemuannya merupakan perwujudan ibadah kepada Allah S.W.T. Dalam Islam, tidak dibenarkan manusia bersifat sekuler yaitu, memisahkan kegiatan ibadah/ uhrowi’ dan kegiatan duniawi. Dalam Islam, harta pada hakikatnya adalah milik Allah, dan harta yang dimiliki oleh manusia sesungguhnya merupakan pemberian Allah, oleh karenanya harus dimanfaatkan sesuai dengan perintah Allah.

Menyangkut sistem ekonomi menurut Islam ada tiga prinsip dasar (Chapra dalam Imamudin Yuliadi. 2000) yaitu Tawhid, Khilafah, dan ‘Adalah. Prinsip Tawhid menjadi landasan utama bagi setiap umat Muslim dalam menjalankan aktivitasnya termasuk aktivitas ekonomi. Prinsip ini merefleksikan bahwa penguasa dan pemilik tunggal atas jagad raya ini adalah Allah SWT. Prinsip Tawhid ini pula yang mendasari pemikiran kehidupan Islam yaitu Khilafah (Khalifah) dan ‘Adalah (keadilan).

Khilafah mempresentasikan bahwa manusia adalah khalifah atau wakil Allah di muka bumi ini dengan dianugerahi seperangkat potensi spiritual dan mental serta kelengkapan sumberdaya materi yang dapat digunakan untuk hidup dalam rangka menyebarkan misi hidupnya. Ini berarti bahwa, dengan potensi yang dimiliki, manusia diminta untuk menggunakan sumberdaya yang ada dalam rangka mengaktualisasikan kepen-tingan dirinya dan masyarakat sesuai dengan kemampuan mereka dalam rangka mengabdi kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

Prinsip ‘Adalah (keadilan) menurut Chapra merupakan konsep yang tidak terpisahkan dengan Tawhid dan Khilafah, karena prinsip ‘Adalah adalah merupakan bagian yang integral dengan tujuan syariah (maqasid al-Syariah). Konsekuensi dari prinsip Khilafah dan ‘Adalah menuntut bahwa semua sumberdaya yang merupakan amanah dari Allah harus digunakan untuk merefleksikan tujuan syariah antara lain yaitu; pemenuhan kebutuhan,menghargai sumber pendapatan ,distribusi pendapatan dan kesejah-teraan yang merata serta stabilitas dan pertumbuhan.


PERBANKAN SYARIAH

Perbankan adalah suatu lembaga yang melaksanakan tiga fungsi utama yaitu : menerima simpanan uang,meminjamkan uang dan jasa pengiriman uang.Fungsi-fungsi Bank telah dikenal sejak zaman Rasulullah SAW,fungsi-fungsi tersebut adalah menerima titipan harta,meminjamkan uang untuk kepentingan konsumsi dan keprluan bisnis,serta melakukan pengiriman uang.

Beberapa istilah perbankan modern berasal dari khazanah ilmu fiqih,seperti istilah kredit (English : credit ; Romawi : credo) yang diambil dari istilah qard.Credit dalam bahasa Inggris berarti meminjamkan uang;credo berarti kepercayaan; sedangkan qard dalam fiqih berarti meminjamkan uang atas dasar kepercayaan.Begitu pula istilah cek (English:check ;France:cheque) yang diambil dari istilah saq (suquq).Suquq dalam bahasa arab berarti pasar,sedangkan cek adalah alat bayar yang biasa digunakan dipasar.

A.    Pengertian Bunga Dan Riba

1.      Bunga adalah tambahan yang dikenakan dalam transaksi pinjaman uang yang diperhitungkan dari pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan/hasil pokok tersebut,berdasarkan tempo waktu,diperhitungkan secara pasti dimuka,dan pada umumnya berdasarkan persentase.

2.      Riba adalah tambahan tanpa imbalan yang terjadi karena penangguhan dalam pembayaran yang diperjanjikan sebelumnya.Dan inilah yang disebut nilai nasi’ah.

 

Jenis-jenis Riba diPerbankan

Dalam ilmu fiqh dikenal tiga jenis riba yaitu :

1.      Riba Fadl

Disebut juga riba buyu yaitu yang timbul akibat pertukaran barang sejenis yang tidak memenuhi kriteria sama kualitasnya,sama kuantitasnya dan sama waktu penyerahannya.Dalam perbankan riba fadl ditemui dalam transaksi jual beli valuta asing yang tidak dilakukan dengan cara tunai.

2.      Riba Nasi’ah

Disebut juga riba duyun yaitu riba yang timbul akibat hutang-piutang yang tidak memenuhi criteria untung muncul bersama resiko dan hasil usaha muncul bersama biaya.Transaksi ini mengandung pertukaran kewajiban mengandung beban,hanya karena berjalannya waktu.Nasi’ah adalah penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang yang diprtukarkan dengan barang lainnya.

3.      Riba Zahiliyah

Adalah hutang yang dibayar melebihi dari pokok pinjaman,karena si peminjam tidak mampu mengenbalikan dana pinjaman pada waktu yang telah ditetapkan.Riba Zahiliyah dilarang karena pelanggaran kaedah “Kullu Qardin Jarra Manfa’ah Fahua Riba” (setiap pinjaman yang mengambil adalah riba).

B.     Hukum Bunga

1.      Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW,yakni riba nasi’ah.Dengan demikian,praktek riba ini termasuk bentuk riba dan riba haram hukumnya.

2.      Praktek pembungaan uang tersebut hukumnya adalah haram,baik dilakukan oleh Bank,Asuransi,Pasar modal,pegadaian,koperasi,dan lembaga keuangan lainnya maupun yang dilakukan oleh individu.

 

Ada 5 transaksi yang lazim dipraktekkan oleh perbankan syariah :

1.      Transaksi yang tidak mengandung riba.

2.      Transaksi yang ditujukan untuk memiliki barang dengan cara jual beli (murabahah)

3.      Transaksi yang ditujukan untuk mendapatkan jasa dengan cara sewa (ijarah)

4.      Transaksi yang ditujukan untuk mendapatkan modal kerja dengan cara bagi hasil (mudharabah).

5.      Transaksi deposito,tabungan,giro yang imbalannya adalah bagi hasil (mudharabah) dan transaksi titipan (wadiah).

 

PRODUK PERBANKAN SYARIAH

Produk Perbankan syariah dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu : Produk penyaluran dana,Produk penghimpunan dana,dan produk yang berkaitan dengan jasa yang diberikan perbankan kepada nasabahnya.

1.      Penyaluran Dana

Dalam menyalurkan dana pada nasabah,secara garis besar produk pembiayaan syariah terbagi kedalam tiga kategori yang dibedakan berdasarkan tujuan penggunaannya yaitu :

  • Transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk memiliki barang dilakukan dengan prinsip jual beli.
  • Transaksi pembiayaan yang ditujukan untuk mendapatkan jasa dilakukan dengan prinsip sewa.
  • Transaksi pembiayaan untuk usaha kerjasama yang ditujukan guna mendapatkan sekaligus barang dan jasa,dengan prinsip bagi hasil.

 

Prinsip-prinsip Produk Perbankan Syariah

1.      Prinsip Jual Beli

Prinsip jual beli dilaksanakan sehubungan dengan adanya perpindahan kepemilikan barang atau benda (transfer of property).Tingkat keuntungan Bank ditentukan didepan dan menjadi bagian harga atas barang yang dijual.Transaksi jual-beli dibedakan berdasarkan bentuk pembayarannya dan waktu penyerahan barang seperti :

a.       Pembiayaan Murabahah

Murabahah berasal dari bahasa ribhu (keuntungan) adalah transaksi jual beli dimana bank  menyebut jumlah keuntungannya.Bank bertindaksebagai penjual,sementara nasabah sebagai pembeli.

b.      Salam

Salam adalah transaksi jual beli dimana barang yang diperjualbelikan belum ada.Oleh karena itu,barang dilakukan secara tangguh sedangkan pembayaran dilakukan secara tunai.Bank bertindak sebagai pembeli sementara nasabah sebagai penjual.

c.       Istishna

Produk istishna menyerupai produk salam,namun dalam istishna pembayarannya dapat dilakukab oleh bank dalam beberapa kali pembayaran.

 

2.      Prinsip Sewa (Ijarah)

Transaksi ini dilandasi adanya perpindahan manfaat.Jadi pada dasarnya prinsip ini sama saja dengan prinsip jual beli,namun perbedaannya terletak pada objek transaksinya adalah barang maka objek transaksinya adalah jasa.

 

3.      Prinsip Bagi Hasil (syirkah)

Produk pembiayaan syariah yang didasarkan prinsip bagi hasil adalah musyarakah dan mudharabah.

a.       Musyarakah

Bentuk umum dari usaha bagi hasil adalah musyarakah.Transaksi musyarakah dilandasi adanya keinginan para pihak yang bekerja sama untuk meningkatkan nilai asset yang mereka miliki bersama-sama.Yang termasuk dalam golongan musyarakah adalah semua bentuk usaha yang melibatkan dua pihak atau lebih dimana mereka secara bersama-sama memadukan seluruh bentuk sumber daya baik yang berwujud maupun tidak berwujud.

b.      Mudharabah

Secara spesifik terdapat bentuk musyarakah yang popular dalam produk perbankan syariah yaitu mudharabah.Mudharabah adalah bentuk kerjasama antara dua atau lebih pihak dimana pemilik modal mempercayakan sejumlah modal kepada pengelola dengan suatu perjanjian pembagian keuntungan Bentuk ini menegaskan kerjasama dengan kontribusi 100% modal dari pemilik modal dan keahlian dari pengelola.Transaksi jenis ini tidak mensyaratkan adanya wakil pemilik modal dalam maajemen proyek,Sebagai kepercayaan pengelola harus berhati-hati dan bertanggung jawab untuk setiap kerugian yang terjadi akibat kelalaian.Sedangkan sebagai wakil pemilik modal dia diharapkan untuk mengelola modal dengan cara tertentu untuk mendapatkan laba optimal.Perbedaan yang esensial dari musyarakan dan mudharabah terletak pada besarnya kontribusiatas manajemen dan keuangan atau salah satu diantara itu.

 

 

Perbankan diZaman Bani Abbasiyah

Dalam Bank istilah yang dikenal adalah istila jihbiz.Kata ‘jihbiz’ berasal dari bahasa Persia yang berarti penagih pajak.Istilah ‘jihbiz’ mulai dikenal dijaman Mu’awiyah,yang ketika itu fungsinya sebagai penagih pajak dan penghitung pajak atas barang dan tanah.

Dijaman Bani Abbasiyah,jihbiz dikenal sebagai profesi penukaran uang.Pada jaman itu mulai diperkenalkan uang jenis baru yang disebut fulus yang terbuat dari tembaga.Dijaman itu,jihbiz tidak saja melakukan penukaran uang namun juga menerima titipan dana,meminjamkan uang,dan jasa pengiriman uang.Bila dijaman Rasulullah SAW satu fungsi perbankan dilaksanakan oleh satu individu,maka dijaman Bani Abbasiyah ketiga fungsi utama perbankan dilakukan oleh satu individu jihbiz.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: