Ayudwie's Blog











{February 27, 2011}   Kasus Hak Cipta (BUKU)

PT. Hikayat Indah (PT.HI) menerbitkan buku  kumpulan cerita rakyat untuk anak-anak dalam bahasa Indonesia. Buku itu dijual secara luas di masyarakat. Setahun kemudian, PT. Dongeng Abadi (PT.DA) juga menerbitkan buku kumpulan serupa. Judul buku dan perwajahan PT.DA mirip dengan buku PT.HI, susunan cerita keduanya tidak sama, dan dalam buku PT.DA terdapat ilustrasi gambar sementara di buku terbitan PT .HI tidak ada. PT. HI tidak mendaftarkan ciptaannya ke Direktorat jenderal HKI. PT. HI berniat menggugat PT. DA dengan alasan PT. DA melanggar hak ciptanya.

Pendapat tentang kasus ini :

Dalam kasus ini telah terjadi pelanggaran hak cipta karena adanya kemiripan hak cipta berupa judul buku,perwajahan dan isi buku yang diterbitkan oleh PT. DA dengan yang diterbitkan oleh  PT. HI  dan sudah menimbulkan ketidak nyamanan oleh PT. HI sebagai penerbit buku lebih awal dengan judul dan perwajahan yg sama oleh oleh PT. DA.

Rekomendasi tentang kasus ini,menurut pendapat saya :

  • Adanya   kesamaan  Judul buku  dan  perwajahan  buku  yang  diterbitkan oleh  PT.DA dengan yg diterbitkan oleh PT.HI.
  • Pelanggaran hak cipta  tidak harus terjadi  secara  keseluruhan  tetapi juga terjadi apabila ada kesamaan sebagian.
  • Pelanggaran hak cipta berupa  kesamaan Judul buku dan perwajahan buku yang diterbitkan oleh PT.DA dengan yg diterbitkan oleh PT.HI. adalah kesamaan inti dari sebuah hak cipta.
  • Adanya kesamaan Judul buku dan perwajahan  buku yang diterbitkan oleh PT.DA dengan yg diterbitkan oleh PT.HI. tanpa adanya komunikasi dan kontrak oleh pihak PT. DA kepada pihak PT. HI sebagai pemegang hak cipta buku yang  Judul buku dan perwajahan buku yang sama tersebut.
  • Pada kasus ini tidaklah wajar karena walaupun ada kemiripan dalam judul buku belum tentu isi dan perwajahan buku bisa sama tetapi dalam kasus ini tidak hanya judul buku saja yang sama namun isi dan perwajahannya juga sama.Hal ini dapat merugikan PT. HI yang telah lebih dulu menerbitkan buku tersebut.
  • Seharusnya PT. HI yang seharusnya memiliki hak untuk memegang hak cipta atas buku  kumpulan cerita rakyat untuk anak-anak dalam bahasa Indonesia tersebut yang ia terbitkan sebelum PT.DA.
  • Karena PT. HI yang lebih dulu menerbitkan buku tersebut dan memiliki bukti atas kepemilikan hak cipta atas buku yang tela diterbitkan maka jika PT. HI ingin membawa masalah ini ke hukum PT. HI dapat memenangkan kasus ini dengan proses  cetak  dan penggunakan awal oleh publik/ masyarakat. Dimana masyarakat sudah menikmati hasil hak cipta terbitan buku oleh PT. HI. Walaupun ini akan membutuhkan ekstra perjuangan oleh pihak PT. HI untuk memberikan pembuktian akan kepemilikan hak cipta dari buku terbitannya.
  • PT. HI memiliki hak atas perlindungan hukum hak cipta dengan  secara otomatis tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan Undang-Undang.
  • Walaupun secara hukum ciptaan PT. HI tidak didaftarkan namun itu tidak mempengaruhi posisi PT. HI tentang kepemilikannya pada hak cipta dari buku yang telah ia terbitkan.
Advertisements


{February 20, 2011}   Tentang Gayus Tambunan

Gayus Tambunan adalah seorang pegawai Ditjen Pajak di Indonesia,seorang pegawai biasa yang sanggup mengambil uang rakyat Indonesia tanpa memikirkan nasib-nasib rakyat yang sangat bergantung kepada pemerintah.Dimanakah hati nurani seorang gayus tambunan ? Apakah pernah dia memikirkan hidup orang banyak dikalang bawah ? masih adakah rasa peduli dia kepada rakyat miskin ? Mungkin semua pertanyaan itu yang bisa menjawab hanyalah seorang Gayus Tambunan dan Tuhan Yang Maha Esa.

Banyak para anggota-anggota yang mengatakan bahwa pemerintah sangat memikirkan semua rakyatnya tapi itu semua tidak benar,jika mereka memikirkan rakyatnya mengapa sampai sekarang masih ada orang yang kelaparan,tidak sekolah,pengemis,pengamen dan membiarkan  .mereka mengotori tanah Indonesia dengan aksi-aksi yang sebenarnya tidak pantas untuk dilakukan seperti perampokan,pembunuhan,pencopetan,pemerkosaan dan lain sebagainya.

Indonesia sebenarnya adalah suatu Negara yang penuh dengan kekayan tetapi kita sebagai rakyat Indonesia sendiri yang tidak bisa memanfaatkannya sebagai hasil dan asset Negara kita.

Sampai saat ini kasus seorang Gayus Tambunan masih belum jelas titik permasalahannya.Entah itu karena masih banyak lagi yang perlu untuk diperoses atau karena itu hanyalah permainan politik.Semua anggota politik sengaja menutupi masalah ini karena saya yakin bahwa dibalik semua itu ada campur tangan para anggota dan pemerintahnya.

Bisa saja dalam masalah Gayus Tambunan ini terdapat campur tangan seorang Presiden RI.Siapa yang tau itu Karena kasus ini yang mengetahuinya hanyalah mereka saja yang melakukan kebohongan yang sangat menghancurkan Negara ini.Satu saja anggotanya seperti itu Negara ini bisa hancur apalagi jika semua anggotanya begitu bisa-bisa Negara ini bisa menjadi Negara termiskin diDunia.

Tidak mungkin saja seorang bawahan bisa melakukan sampai sejauh itu jika tidak ada wewenang dari atasannya,maka sudah sepantasnya rekan kerja dan segenap atasan Gayus ikut bertanggung jawab karena masalah ini bukanlah masalah biasa dan sederhana melainkan merupakan konspirasi dari banyak pihak.

Saya juga sangat kecewa dengan hokum diIndonesia yang sangat tidak adil.Sangat membedakan antara rakyat miskin dengan orang kaya.Seorang Gayus Tambunan yang katanya seorang nara pidana tetapi dia bisa jalan-jalan kemana-mana sementara jika rakyat biasa yang menjadi narapidana hanya bisa mengadu nasib didalam jeruji besi yang sangat kejam.Apa sih bedanya antar pejabat dengan rakyat biasa?

Jika pejabatnya saja sudah begitu gimana dengan rakyatnya?.Mereka selalu menyalahkan rakyat miskin melakukan pencurian tetapi mereka tidak menyadari bahwa yang mereka lakukan itu sangat merugikan banyak orang.Mereka melakukan itu dengan alas an ingin membahagiakan keluarganya tetapi apakah mereka memikirkan masih banyak keluarga-keluarga diluar sana sangat membutuhkan mereka?

Sebenarnya bukan hanya Gayus Tambunan saja yang melakukan penggelapan uang tetapi saya yakin jika masih banyak para pejabat lainnya ikut melakukan hal yang sama.Seorang bawahan saja bisa melakukan itu bagaimana dengan atasannya? Sangat tidak bisa dibayangkan jika semua para pejabat Indonesia melakukan penggelapan uang Negara mau jadi apa Negara ini?

Sangat-sangat disesalkan jika anak Negara melakukan itu semua,yang seharusnya mereka bisa menjadi kebanggaan negaranya, membangun dan memajukan negaranya tetapi mereka malah menghancurkan cita-cita Negara mereka sendiri untuk menjadi suatu Negara yang sukses dan merdeka.

Mungkin Cuma ini yang bisa saya ungkapkan tapi saya mewakili generasi muda dan rakyat Indonesia sangat-sangat kecewa dengan perilaku para pejabat dan atasannya yang berada dikursi pemerintahan Negara Indonesia.Harapan saya semoga Negara Indonesia masih memiliki penerus yang jujur dan bertanggung jawab sehingga dapat memajukan dan membangun Negara Indonesia tanpa adanya kemunafikan dan kebohongan yang diungkapkan.

Saya yakin Indonesia adalah Negara yang kaya,yang memiliki banyak keistimewaan dan kelebihan.Indonesia masih memiliki banya suku,budaya,ras,agama dan rakyat yang sangat peduli dengan kelestarian Indonesia tanpa adanya manusia-manusia munafik dan tidak bertanggung jawab seperti orang-orang yang sudah melakukan kesalahan-kesalahan yang sudah merugikan Negara kita.

Hidup terus negaraku,aku bangga bisa lahir dan menjadi anka bangsamu……..

 



{February 20, 2011}   Kasus Hak Cipta PT. Usaha Bersama
  1. Anto telah bekerja selama 10 tahun di PT. Usaha Bersama, pemilik MORITA Store, sebagai penanggung jawab departemen seni di MORITA. MORITA menjual benda-benda, furniture, kerajinan dengan 25 tahun pengalaman dalam bisnis ini, serta telah menembus pasar luar negeri. PT. Usaha Bersama menggunakan merek MORITA yang telah terdaftar di beberapa Negara.

Sejak 2 tahun yang lalu, Anto melakukan persiapan-persiapan untuk membuka show room-nya sendiri dan dalam mengiklankan usahanya tersebut, Anto menyebutkan bahwa dirinya telah berpengalaman dalam pembuatan karya benda-benda furniture,kerajinan yang dapat menebus pasar luar negeri.

Pendapat tentang kasus ini :

Menurut saya, apabila melihat kasus di atas itu sangatlah berpotensi akan  terjadinya suatu pelanggaran HAKI, karena :

Menurut saya dari sebelum Anto keluar dari PT. Usaha Bersama dia sudah merencanakan itu semua.(walaupun dalam kasus diatas tidak disebut bahwa Anto keluar dari PT. Usaha Bersama) karena PT Usaha Bersama sudah terdaftar atau dikenal oleh beberapa Negara dengan karya-karya yang bagus,maka dari itu Anto sangan mempunyai peluang untuk bisa lebih dari PT Usaha Bersama yang telah member dia pekerjaan selama 10 tahun.

Karena Anto telah banyak tahu tentang produk yang dikeluarkan oleh PT. Usaha Bersama, MORITA Store sebagai pemiliknya,besar kemungkinan Anto dapat menguasai semua produk-produk yang dikeluarkan oleh PT. Usaha Bersama tersebut seperti benda-benda furniture dan kerajinan.

Anto tahu pasar dari produk yang dikeluarkan oleh PT. Usaha Bersma.Jadi dengan gampang Anto dapat lebih mudah untuk memasuki pasar dari produk yang telah dikeluarkan oleh PT. Usaha Bersama.

Anto secara tidak langsung sebagai penanggung jawab departemen seni di MORITA akan banyak mempengaruhi hasil karyanya yang direncanakan ditampilkan di show room-nya sendiri. Dengan begitu, apabila dikemudian hari ada hal-hal yang ada kemiripan keseluruhan atau sebagian dari karya Anto dengan hak cipta MORITA, maka perlu diadakan penelitian menyeluruh terhadap karya Anto agar dapat diketahui apakah itu benar-benar dari karya dia sendiri atau hanya mengatasnamakan saja.

Anto mempunyai hak untuk mengeluarkan atau menciptakan kreasi atau karya dia sendiri tetapi jauh lebih baik jika dia membuat karya dia sendiri tanpa mengatasnamakan atau membuat karya yang sama dengan karya yang sudah dia buat di PT Usaha Bersama tersebut.

Dengan tindakkannya yang seperti itu Anto dapat menjatuhkan nama baik dari PT Usaha Bersama karena produk-produk yang sudah ia buat di PT Usaha Bersama hanyalah sia-sia jika dia pada akhirnya membuat  produk tersebut dengan atas nama show room-nya sendiri dan sikap Anto tersebut sangatlah sisesalkan.

Walaupun Anto telah melakukan hal yang sangat mengecewakan bagi PT Usaha Bersama tetapi itu tidak membuat PT Usaha Bersama berkecil hati karena mreka dapat menciptakan karya-karya yang lebih baik dari karya yang telah dibuat oleh Anto selama ini Karen PT Usaha Bersama mempunyai karyawan-karyawan yang dapat dipercaya tidak seperti Anto.



Seringkali aku berkata,

Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan

Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya

Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya

Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya

Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:

Mengapa Dia menitipkan padaku ?

Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?

Dan kalau bukan milikku,

apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,

ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,

kusebut itu sebagai musibah Kusebut itu sebagai ujian,

kusebut itu sebagai petaka

Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita

Ketika aku berdoa,

kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

Aku ingin lebih banyak harta,

ingin lebih banyak mobil,

lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku

Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:

Aku rajin beribadah,

maka selayaknyalah derita menjauh dariku,

dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,

dan bukan kekasih Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,

Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,

Padahal tiap hari kuucapkan,

hidup dan matiku hanya untuk beribadah.

“Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”



{February 20, 2011}   MAHATMA GANDHI

(Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA)

Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.



et cetera